Penantian Kehamilan dan Pengalaman TTC (Trying To Concieve)

Perjalanan TTC (trying to concieve) ku banyak menguras emosi. Entah apa karena aku orangnya baperan atau gimana haha. Tapi alhamdulillah setelah operasi KET yang mengorbankan 1 saluran tuba falopi pada November 2017, akhirnya pada Juni 2018 aku bisa lihat dengan jelas dua garis pada alat testpack. Alhamdulillah Ya Allah.

Jadi setelah operasi KET, sebenarnya rekomendasi dari dokter aku bisa kapan aja untuk langsung program hamil selama aku siap dan bekas luka jahitan sudah sembuh sempurna. tapi aku baca2 di internet kebanyakan orang2 setelah operasi KET baru boleh program hamil minimal setelah 3 atau 6 bulan. yasudah berbekal dari ijin dokter dan baca2 di internet, aku dan suami memutuskan untuk mulai program hamil lagi setelah 3 bulan.

Tapi semenjak operasi KET siklus menstruasi ku jadi gak seperti biasanya. biasanya bulan berikutnya maju paling 2-3 hari, nah ini bisa sampai seminggu lebih. jadi waktu itu pernah datang bulan juga sebulan dua kali. hiks. aku khawatir, apalagi yang biasanya menstruasi 7-8 hari, ini cuma 5 hari udah selesai :( aku mikir apa karena sekarang aku cuma bisa produksi dari 1 indung telur aja huhuhu..trus kepikiran sampai jauh: apa aku bisa hamil lagi dengan 1 indung telur aja?

3 bulan berlalu, aku dan suami mulai 'program' hamil lagi. tapi kami masih belum pakai obat, konsumsi makanan tertentu atau pergi ke dokter lagi. cuma atur jadwal berhubungan aja, khususnnya waktu mendekati masa subur. tapi percobaan pertama gagal. percobaan kedua, usaha kami masih sama seperti percobaan pertama, ditambah aku jadi rajin masak kecambah di menu sayuran hahaha untungnya suami doyan2 aja. sayangnya percobaan kedua pun gagal. aku mulai baper. nangis begitu haid muncul. alhamdulillah suami selalu menenangkan aku dan gak nuntut aku sama sekali untuk bisa hamil lagi (walaupun aku tau pak suami pengeeen banget bisa cepet2 punya dedek bayi T.T).

Percobaan ketiga, aku mulai menambah usaha aku dengan makan buah kurma muda dan bubuk kurma+madu yang aku beli lewat online. suami juga konsumsi buah kurma dan sari kurmanya. walaupun rasanya gimanaa gitu tapi kami gak ngeluh, apapun supaya kami bisa punya dedek hehehe. tapi usaha itu sekali lagi gagal. aku nangis makin menjadi. suami lagi2 bantu nenangin.

Percobaan keempat aku masih minum sari kurma+madu, tapi kali ini diselang-selingi dengan konsumsi obat folamil genio, susu prenagen, dan jus 3 diva. banyak banget ya? iya memang wkwk. apapun kami makan/minum deh pokoknya. semuanya kami baca info dari internet, sampai posisi setelah berhubunganpun sempat sambil nungging2 karena aku takut kalau ternyata posisi rahimku retro. tapi memang belum saatnya kami dipercayai momongan oleh Yang Maha Kuasa, bulan itu saat haid datang aku diam2 nangis. awalnya aku nangis ngumpet2 sih karena mau sok tegar aja di depan suami wkwk. tapi emang dasar akunya gak pinter bohong, atau suami yang pinter banget baca kondisi hati aku. akhirnya sempet ditanya sama suami "ada apa?". namanya wanita sok2 jawab "gak papa". wkwkwkwk. tapi akhirnya gak kuat, nangis kejer lagi. ditenangin suami lagi.

Bulan kelima, percobaan kelima. bertepatan dengan bulan puasa. karena aku orangnya malesan, butuh effort luar biasa buat stick to the regime pada bulan lalu. akhirnya bulan ini aku cuma selang seling minum susu sama sari kurma nya aja. bahkan folamil gak diminum dan jus 3 diva udah gak pernah aku bikin lagi karena mager. wkwk. selama puasa bisa makan sahur dan buka puasa dengan layak aja udah alhamdulillah bagi kami yang waktu itu hidup berdua jauh dari pusat keramaian kota yang semua serba ada. Setelah idul fitri, kami menyempatkan diri untuk ke dokter fertilitas di RSPAD Gatot Subroto. pertimbangannya karena terakhir aku operasi di RS ini, setidaknya rekam medis aku dan dokter yang menangani aku ada di RS ini. pada saat aku pergi ke sana memang mendekati jadwal haid ku. dokter yang periksa bilang rahim menebal, mungkin mau datang bulan. kemudian dokter mendiagnosaku bahwa indung telurku yang satunya mengalami perlengketan dengan rahim dan untuk pertemuan selanjutnya aku diharuskan 'tiup' saluran tuba falopiku yang tersisa pada h+9 setelah haid pertama tiba. bukah hanya itu, dokter juga menyarankan aku untuk menabung dari sekarang untuk biaya bayi tabung. perempuan mana yang gak sedih denger kalimat kaya gitu :(

Pulang dari RS aku pasrah sepasrah2nya kalau memang harus melalui proses bayi tabung untuk mendapatkan momongan. tapi yang pertama harus aku siapkan yaitu mental menghadapi tindakan 'tiup' saluran tuba falopi, karena aku baca2 di internet proses 'tiup' itu sakitttt banget :( tapi Allah Maha Baik. seminggu setelahnya haid gak kunjung datang padahal sudah jadwalnya. aku langsung pagi itu juga ambil testpack, dan hasilnya dua garis jelas muncul. Alhamdulillah Ya Allah. aku langsung kasih tau suami setelah dia pulang solat subuh, Alhamdulillah. Allah Maha Baik.

Aku gak tau mana dari usaha kami yang bisa bantu aku akhirnya bisa garis dua. tapi semua usaha dan doa kami akhirnya berbuah manis. kami gak berhenti senyum :) aku juga tau kalau banyak orang-orang di luar sana yang bahkan harus usaha jauuuuuh lebih lama daripada kami. tapi percaya deh, lama atau sebentar, namanya usaha untuk mendapatkan momongan itu selalu melewati proses sedih dan 'sakit'. jadi bersyukurlah kalian yang mudah untuk diberikan momongan sementara masih banyak orang di luar sana yang masih harus berjuang :"

Comments